Rabu, 01 Mei 2013

PERKEMAHAN PENGHAYATAN LAPANGAN (P2L)




                                                     Mengetahui,

Ketua Pelaksana
Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L)


(Ujang Iwan A., SGD)


Dewan Ambalan SGD


(Angga H. Anwar, SGD)
                 Dewan Ambalan Pkw


                   (Yuli Mulyasari, Pkw)


Dewan Racana SGD


  (Sajun Jaenudin, SGD)
                 Dewan Racana Pkw


                    (Aprilia Candra, Pkw)





















KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L)” tepat pada waktunya.
Makalah ini berisi pengetahuan mengenai kepramukaan yang lebih khususnya tentang perkemahan penghayatan lapangan. Terimakasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah  ini dari awal sampai akhir.
Saya menyadari dalam makalah ini masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang sifatnya membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
            Harapan saya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.





Bandung, 26 Desember 2012


Penyusun






DAFTAR ISI

Halaman  Judul...................................................................................................................... i
Lembar Pengesahan..............................................................................................................  ii
Kata Pengantar...................................................................................................................... iii
Daftar Isi...............................................................................................................................  iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang................................................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah..........................................................................................................   2
1.3  Tujuan.............................................................................................................................  2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perkemahan Penghayatan Lapangan............................................................  3
2.2 Fungsi Perkemahan Penghayatan...................................................................................  3
2.3 Materi- Materi Pada Perkemahan Penghayatan Lapangan.............................................. 4
A.       Sandi, Morse, & Semaphore (SMS) ....................................................................... 4
B.       Peraturan Baris Berbaris (PBB................................................................................ 11
C.       Taktik Perang Perorangan (Tikperor)....................................................................... 29
D.       Survival ................................................................................................................... 30

BAB III PENUTUP
3.1    Kesimpulan....................................................................................................................  39
3.2    Saran...............................................................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA............................................................            ............................................... 43


                                               
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pernahkah Anda berfikir, mengapa kegiatan pramuka itu diikutsertakan dalam kegiatan akademik dan dilaksanakan oleh orang-orang yang sedang belajar dalam suatu instansi? Dalam masa pergaulan modern di kalangan pemuda dan pemudi, kehadiran Gerakan Pramuka merupakan suatu wadah pendidikan bagi anak-anak dan pemuda yang dilaksanakan diluar lingkungan pendidikan keluarga maupun akademik. Karena pentingnya pendidikan Pramuka, maka ia tidak dapat berdiri sendiri dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari pendidikan keluarga dan akademik, yang satu sama lain harus saling melengkapi, saling mendukung, dan tentunya saling selaras.
Gerakan pramuka merupakan badan non-pemerintah, yang berusaha membantu pemerintah dan  masyarakat dalam membangun, masyarakat dan bangsanya, khususnya di bidang pendidikan, melalui kegiatan kepramukaan dengan menggunakan prinsip dasar pendidikan kepramukaan. Selayaknya sebuah pembelajaran di civitas akademik, teori yang didapatkan itu disertai pula dengan praktiknya. Begitupun dengan Pramuka, segala proses pembelajaran yang diperoleh, kemudian diaplikasikan. Sebuah kutipan dari buku “B-P’s Out Lock” (terjemahan),  Kepramukaan merupakan suatu permainan yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi bersama-sama, mengadakan pengembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan dan ketersediaan memberi pertolongan. Dalam suatu sistem kepramukaan, terdapat suatu kegiatan yang dinamakan Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L). Yang dimaksud praktek penghayatan lapangan adalah melakukan pengamatan, penghayatan, dan pendalaman atas kegiatan pramuka, dalam hal ini yaitu pramuka golongan penegak. Tujuannya ialah untuk memberi bekal pengetahuan dan keterampilan teknis kepramukaan agar mampu mengembangkan dan melaksanakan kegiatan kepramukaan sesuai dengan golongannya.
Apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama P2L? Materi- materi apa saja yang dapat diperoleh dari P2L? Bagaimana kita menyikapi kegiatan ini? Dalam makalah ini, Anda dapat menemukan jawabannya.

1.2  Rumusan Masalah
a.    Apa yang dimaksud Perkemahan Penghayatan Lapangan?
b.    Apa fungsi dari kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan?
c.    Materi-materi apa saja yang disampaikan selama Perkemahan Penghayatan Lapangan?

1.3  Tujuan
a.    Mengetahui apa yang dimaksud Perkemahan Penghayatan Lapangan
b.    Mengetahui apa fungsi dari kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan
c.    Mengetahui materi-materi apa saja yang disampaikan selama Perkemahan Penghayatan Lapangan























BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Perkemahan Penghayatan Lapangan
Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan berupa perkemahan dimana pada kegiatan ini, terdapat peserta dan panitia yang mengamati para peserta setelah diberikan suatu macam teknis agar dikembangkan oleh masing-masing peserta. Perkemahan penghayatan ini dilakukan selama beberapa hari diluar dari lingkungan keluarga dan akademik dengan maksud dan tujuan tertentu, diantaranya agar terbentuklah suatu pengembangan pola pikir dan pendewasaan diri dalam peserta bagaimana menyikapi tantangan- tantangan hidup yang dihadapi ketika jauh dari keluarga, bagaimana berinteraksi sesama anggota, bagaimana dapat menentukan sikap sebagai pemimpin ataupun orang yang dipimpin.
Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) dilaksanakan sebagai suatu tingkatan (strata) awal dari ketiga macam strata yang dilakukan di Pangkalan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sebelum pelaksanaan P2L pun, terdapat suatu kegiatan awal yang dinamakan Penerimaan Masa Tamu (PMT) bagi penegak maupun calon penegak.

2.2    Fungsi Perkemahan Penghayatan Lapangan
Adapun fungsi dari kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) adalah sebagai berikut.
a.       Kegiatan  menarik
Kegiatan menarik disini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu, game disini berarti permainan yang mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan sekedar main-main yang sifatnya hiburan saja, tanpa aturan dan tujuan, dan tidak bernilai pendidikan. Dengan demikian, lebih tepat kita sebut dengan kegiatan menarik.
b.      Pengabdian
Bagi orang dewasa, kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
c.       Alat
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya.

2.3    Materi- Materi Pada Kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan
Pada kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L), materi - materi yang kami dapatkan, yakni;
A.    Sandi, Morse, dan Semaphore (SMS)
1.      Sandi
Sandi ialah suatu kode rahasia, dimana kerahasiaanyya hanya diketahui oleh sekelompok orang saja. Dalam kegiatan pramuka, sandi digunakan pada saat melakukan hiking. Tujuan dari penggunaan sandi adalah agar Pramuka-Pramuka dapat melatih diri untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Yang penting dalam sandi adlah : kuncinya harus jelas.
Macam - macam sandi :
a)      Sandi Kotak I
http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/01/kotak1.jpg?w=461&h=431











b)     Sandi Kotak II
    http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/01/kotak2.jpg?w=467&h=411

c)              Sandi AZ
http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/03/az.jpg?w=232&h=300





Contoh :
PRAMUKA = KIZNFPZ

d)             Sandi Merah Putih
http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/03/sandi-mp.jpg?w=300&h=273
Untuk menggunakan sandi merah putih cukup dilihat huruf mendatar dan huruf horizontalnya saja. Misal A maka ditulisa dengan huruf  MP.
                  Contoh:
PRAMUKA = MI,RI,MP,RT,MH,MT,MP

2.      Morse
          Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.
        
Semboyan morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
1.  Suara, yaitu dengan menggunakan peluit
2.  Sinar yaitu dengan menggunakan senter
3.  Tulisan yaitu dengan menggunakan titik (.) dan strip (-)
4.  Bendera yaitu dengan bendera morse.
ImageBerikut ini adalah kode morse yang telah disepakati bersama.
Image






Image
















Cara mudah untuk mengahafalkan sandi morse yaitu dengan mengubah tanda sandi tersebut menjadi kata-kata yang mudah dihafalkan. Dalam contoh berikut kita akan mengubah tanda “-” (strip) pada sandi morse dengan lafal huruf vokal O. Sedangkan tanda “.” (titik) pada sandi morse diganti dengan lafal huruf vokal lain (selain huruf O).
Contoh:
Misalnya huruf “D” pada sandi morse dilambangkan dengan “-..” (strip-titik-titik). Kita pilih kata yang suku katanya terdiri dari vokal O – bukan O – bukan O, misalnya kita pilih kata DOMINAN. DO memiliki vokal O jadi mewakili tanda “-” (strip) pada sandi morse. MI dan NAN memiliki vokal I dan A (bukan O) mewakili tanda “.” dan “.” (titik-titik).
Contoh lain misalnya huruf “U” pada sandi morse dilambangkan “..-” (titik-titik-strip). Kita pilih kata yang terdiri dari vokal bukan O – bukan O – vokal O, misalnya kita pilih kata UNESCO. Suku kata U dan NES memiliki vokal U dan E (bukan O) mewakili tanda “.” dan “.”. Sedang suku kata CO memiliki vokal O mewakili tanda “-” (strip).Berikut contoh kata-kata yang melambangkan setiap huruf pada sandi morse, para pembaca dapat mengganti kata-kata asal tetap mewakili huruf pada sandi morse sesuai aturan di atas.

A          ANO                                      . -
B         BONAPARTE                        - . . .
C         COBA COBA                        - . – .
D         DOMINAN                            - . .
E          EGG                                     .
F          FATHER JOHAN                  . . – .
G         GOLONGAN                         - – .
H         HIMALAYA                          . . . .
I           ISLAM                                   . .
J           JAGO LORO                         . – - -
K         KOMANDO                           - . -
L          LEMONADE                         . – . .
M         MOTOR                                  - -
N         NOTES                                   - .
O         OTOMO                                 - – -
P          PERTOLONGAN                  . – - .
Q         QOMOKARO                        - – . -
R         RASOHE                                . – .
S          SAHARA                               . . .
T          TONG                                     -
U         UNESCO                                . . -
V         VERSIKARO                        . . . -
W        WINOTO                                . – -
X         XOXENDERO                      - . . -
Y         YOSIMOTO                           - . – -
Z          ZOROASTER                        - – . . 
Atau dengan menggunakan konsep AUVW NDBG EISH TMOCH FRLP QKYX JCZ
A =  .-                          N =  -.
U
=  ..-                         D =  -..
V
=  …-                       B =  -…
W
=  .–                       G =  –.
E
=  .                           T =  -
I
=  ..                           M =  
S
=                          O =  
H
=  ….                      CH = —-
F
=  ..-.                                    Q =  –.-
R
=  .-.                         K = -.-
L
= .-..                         Y =  -.–
P = .–.                          X =  -..-
J
=  .—
C
= -.-.
Z
= –..

3.        Semaphore
Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan menggunakan 2 bendera, dimana masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x 45 cm. Sedangkan warna yang sering dipergunakan adalah merah dan kuning dengan warna merah selalu berada dekat tangkainya.
Dalam semaphore, angka atau huruf dapat dimengerti apabila posisi bendera itu benar.
       Posisi I     : Mulai dari huruf A sampai D, yang bergerak adalah tangan kanan, huruf E  sampai G, yang bergerak adalah tangan kiri.
       Posisi II    : Pada posisi ini,
       
http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/02/bendera-semaphore.jpg?w=133&h=114               http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/02/animasi-semaphore.gif?w=62&h=76









Berikut ini adalah bentuk-bentuk semaphore.
http://guslatmipaunnes.files.wordpress.com/2010/02/semaphore.gif?w=358&h=457



Trik agar mudah menghafal kode pada semaphore. Terdapat  berbagai macam cara untuk dapat menguasai isyarat semaphore dengan cepat dan mudah. Berikut ini adalah salah satunya, dengan model Jarum Jam, tinggal mengingat angka dan hurufnya.
Image
















B.       Peraturan Baris Berbaris (PBB)

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI.
B
aris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaannan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertenttu.
Maksud dan tujuan :
1)      Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.
2)       Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.
3)      Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4)      Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.
5)      Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan.




1.   Aba-aba
a.         Pengertian
       Aba-aba adalah suatu perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara serentak  atau berturut-turut.
b.         Macam aba-aba
       Ada tiga macam aba-aba, yaitu :
1)   Aba-aba petunjuk
Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan.
Contoh:
a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK
b) Untuk amanat-istirahat di tempat – GERAK
2)   Aba-aba peringatan
Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh:
a) Lencang kanan - GERAK
b) Istirahat di tempat - GERAK (bukan ditempat istirahat)
3)   Aba-aba pelaksanaan
Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan kan aba-aba pelaksanan yang dipakai ialah :

a)    GERAK
Gerak adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain.
Contoh:
- jalan ditempat -GERAK
- siap -GERAK
- hadap kanan -GERAK
- lencang kanan –GERAK
b)   JALAN
     Jalan adalah utuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan dengan meninggalkan tempat.
Contoh:
-haluan kanan/kiri - JALAN
-dua langkah ke depan -JALAN
-satu langkah ke belakang - JALAN
Catatan:
Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka aba-aba harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU
Contoh:
-maju - JALAN
-haluan kanan/kiri - JALAN
-hadap kanan/kiri maju - JALAN
-melintang kanan/kiri maju -J ALAN
Tentang istilah: “maju”
 Pada dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti.
 Pasukan yang sedang bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI.
Misalnya:
 Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
 Ada aba-aba hadap kanan/kiri maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK.
 Balik kana maju/JALAN, karena dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK.
Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN, aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK.
Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan.
Contoh:
Empat langkah ke depan –JALAN, bukan barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa aba-aba berhenti.
c) MULAI
   Mulai adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-  turut.
Contoh:
-hitung -MULAI
-tiga bersaf kumpul –MULAI
4)  Cara memberi aba-aba
a.    Waktu memberi aba-aba, pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak mengijinkan untuk melakukan itu.
b.     Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
Contoh: Kepada Pembina Upacara – hormat – GERAK
Pelaksanaanya :
 Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan.
 Setelah penghormatan selesai dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi aba-aba memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna.
c.    Pada taraf permulaan aba-aba yang ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah.
 Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari.
d.   Aba-aba diucapkan dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat.
e.    Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan hendaknya diberi antara.
f.      Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan.
g.    Antara aba-aba peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan.
h.    Bila pada suatu bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !
Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap GERAK

Perraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
 Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
a. Sikap sempurna
    Aba-aba : Siap - GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.
b. Istirahat
Aba-aba istirahat ditempat – GERAK
1)   Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm)
2)    Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan:
a)      Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.
b)      Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
c)      Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan
c. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : Lencang kanan/kiri - GERAK
Pelaksanaannya:
Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
1)        Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri
2)         Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
3)        Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
4)        Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
5)        Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).
Catatan:
a.    Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di samping.
b.     Kelurusan barisan dilihat dari tumit.

d. Setengah lencang kanan/kiri
Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri - GERAK
Pelaksanaannya:
       Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.

e. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan - GERAK
Pelaksanaannya:
1)        Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.
2)        Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
3)        Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan
f. Cara berhitung
Aba-aba : Hitung – MULAI
Pelaksanaannya:
1)        Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan.
2)        Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
3)        Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
4)        Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
5)        Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
6)        Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.



Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti)
a.    Hadap kanan/kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
1)        Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
2)         Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°
3)        Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
b.      Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
1)        Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri
2)        Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri
3)        Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri
c.       Balik kanan
Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
1)        Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
2)        Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°
3)        Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
Catatan:
 Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna
Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.


d.    Cara berkumpul
Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul – MULAI
Pelaksanannya :
1)        Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih.
Contoh:
Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.
2)        Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah
3)        Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
4)        Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
e.      Cara latihan memberi hormat
Aba-aba : Hormat – GERAK
Pelaksanaannya (dengan tutup kepala, keadaan berhenti)
1)        Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.
2)         Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
3)        Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
4)        Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.

;

      Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
a)      Bubar
Aba-aba : Bubar – JALAN
Pelaksanaannya;
Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati, lalu bubar.
b)      Jalan di tempat
Aba-aba: Jalan ditempat – GERAK
Pelaksaannya:
Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut berganti-ganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang)
c)      Dari jalan ke tempat berhenti.
Aba-aba : Henti – GERAK
Pelaksanaannya:
Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.
d)     Membuka/menutup barisan.
Aba-aba : Buka barisan – JALAN
Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri, sedang regu tangah tetap di tempat.
Catatan :
Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan.

Tutup barisan
Aba-aba :tutup barisan – JALAN
Pelaksanannya :
Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri, sedang regu tengah tetap ditempat.
Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah

Macam langkah
Panjangnya
Tempo
1.
Langkah biasa
65cm
120 tiap menit
2.
Langkah tegap
65cm
120 tiap menit
3.
Langkah perlahan
40cm
30 tiap menit
4.
Langkah kesamping
40cm
70 tiap menit
5.
Langkah ke belakang
40cm
70 tiap menit
6.
Langkah ke depan
60cm
70 tiap menit
7.
Langkah di waktu lari
80cm
165 tiap menit
A. MAJU – JALAN
Dari sikap sempurna
Aba-aba : Maju – JALAN
Pelaksanaannya:
1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri 30° ke belakang, pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan ke belakang 30°.
Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher.
Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri
Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku.
B. LANGKAH BIASA
1) Pada waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan.
2) Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. Ke depan 45°, ke belakang 30°. Jari-jari tangan digenggam, dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menhadap ke atas.
C. LANGKAH TEGAP
1) Dari sikap sempurna
Aba-aba : Langkah tegap – JALAN
Pelaksanaannya :
Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar setengah langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan, (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.

2) Dari langkah biasa
Aba-aba : Langkah tegap – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1.
3) Kembali ke langkah biasa
Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama…….
Catatan :
Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN, pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju).
D. LANGKAH PERLAHAN
1) Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran)
Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN
Pelaksanaannya :
a) Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna
b) Pada aba-aba “jalan”, kaki kiri dilangkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.
c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula.
Catatan :
 Dalam keadaan sedang berjalan, aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan.
 Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan, tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat.
2) Berhenti dalam langkah perlahan
Aba-aba : Henti – GERAK
Pelaksanaannya :
E. LANGKAH KE SAMPING
Aba-aba : ……..Langkah ke kanan/kiri – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna, sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.
F. LANGKAH KE BELAKANG
Aba-aba : ……..Langkah ke belakang – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.
G. LANGKAH KE DEPAN
Aba-aba : …….Langkah ke depan – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.
H. LANGKAH DI WAKTU LARI
1) Dari sikap sempurna
Aba-aba : Lari maju – JALAN
Pelaksanaannya:
Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar, ke dua siku sedikit ke belakang, badan agak dicondongkan ke depan. Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu, lengan dilenggangkan secara tidak kaku.




2) Dari langkah biasa
Aba-aba : Lari – JALAN
Pelaksanaannya:
Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada.
3) Kembali ke langkah biasa
Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, kemudian berjalan dengan langkah biasa, dimuali dengan kaki kiri dihentakkan; bersama dengan itu kedua lengan digenggam.
Catatan :
Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti – GERAK. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna.
I. LANGKAH MERDEKA
1) Dari langkah biasa
Aba-aba : Langkah merdeka – JALAN
Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang, tempo dan ketentuan langkah. Atas pertimbangan Pimpinan, anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara, buak topi, menghapus keringat). Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan.
2) Kembai ke langkah biasa
Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ……………….samakn langkah. Setelah langkah barisan sama, Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan.
3) Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa.
J. GANTI LANGKAH
Aba-aba : Ganti langkah – JALAN
Pelaksanaannya :
Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.

C.    Taktik Perang Perorangan (Tikperor)
Taktik perang adalah cabang ilmu militer yang berurusan dengan manuver  rinci untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh strategi. Taktik merupakan rencana untuk mencapai tujuan tertentu, yang menggunakan kekuatan bersenjata untuk menjalankan pertempuran.  Adapun srategi perang adalah penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan perang. Strategi merupakan kunci pelaksanaan perang dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk menghasilkan kemenangan.
Strategi medan tempur, terkenal dengan istilah taktik. Merumuskan dan melaksanakan taktik adalah sangat penting dalam sebuah pertempuran.
dalam taktik perang, terdapat beberapa posisi yang dilakukan sesuai dengan kedaan, diantaranya: Lari zig-zag,  jalan kmodo,  langkah waspada, langkah kera, langkah peta, langkah harimau, langkah pesut, menjathkan diri, jungkir, guling. tiarap, membeku, dan meleleh.
Secara umum, pertahanan adalah reaksi dari suatu badan terhadap sebuah serangan, dan melalui ekstensi segala cara dan langkah-langkah identifikasi dan pengukuran risiko atau bahaya, demikian pula dengan perlindungan dan/atau tanggapan. Salah satu taktik yang dilakukan adalah dengan melakukan penyamaran. Penyamaran dilakukan sesuai dengan kondisi alam ditempat yang kita singgahi. Berikut berapa contoh gambar dari penyamaran saat terjadinya perang.
       http://ts3.mm.bing.net/th?id=H.4810110788830530&pid=15.1      http://ts4.mm.bing.net/th?id=H.5052596014220627&pid=15.1

        http://ts2.mm.bing.net/th?id=H.5011248371140309&pid=15.1      http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e6/Camouflaged-sniper.jpg/275px-Camouflaged-sniper.jpg

D.      Survival
Survival berasal dari kata survive yang berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Survivor adalah orang yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Timbulnya kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan), keadaan mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Dalam keadan tersebut ,ada beberapa faktor yang menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental ,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental kita.
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi, yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam.
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R
: Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
SURVIVAL INDIVIDU
Berada pada keadaan survive seorang diri, selain menghadapi masalah tehnis juga akan mengalami masalah kejiwaan. Sendiri dalam kondisi survival akan mengundang rasa kesepian, bosan, takut ataupun panik. Kesepian dan bosan dalam kondisi ini seorang diri adalah masalah besar yang harus dapat diatasi ataupun dihindarkan, karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa tertekan yang bisa menghilangkan semangat dan keinginan hidup saat survival.
Secara Psikologis, mencegah kesepian dan kebosanan sama seperti menanggulangi rasa takut dan panik. Jaga pikiran kita dengan mengerjakan sesuatu yang akan berguna bagi kondisi survival ini, tapi tetap menjaga dan memlihara emosi, kesadaran dan fisik kita.
SURVIVAL KELOMPOK
Berkelompok dalam keadaan survival lebih banyak keuntungannya dari pada survival perorangan, karena pada survival perorangan seluruh bahaya akan dihadapi seorang diri. Dengan berkelompok akan tersedia banyak tenaga untuk melakukan pekerjaan dan adanya komunikasi serta saling menjaga.
Walaupun dalam berkelompok banyak hal yang dapat dilakukan untuk kepentingan bersama tetapi banyak hal juga yang dapat merugikan kepentingan bersama. Menyamakan persepsi, tujuan, prioritas pekerjaan adalah hal yang tak mudah, akan banyak waktu pula yang akan terbuang.
Untuk menjaga agar kebersamaan tetap terkontrol pada keadaan survival kelompok, seluruh anggota harus segera memilih seorang pemimpin. Dimana seorang yang dipilih mempunyai beberapa kretaria yang berhubungan dengan pengetahuan dan tehnik survival. Dengan mengakui salah seorang dari anggota untuk dijadikan pemimpin sudah dapat menyelesaikan satu masalah dalam kebersamaan
Kebutuhan survival
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor, yaitu:
1.    Sikap mental
Sikap mental terdiri atas semangat untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin dan rencana matang, serta kemampuan belajar dari pengalaman
2.     Pengetahuan
Pengetahuan yang dibutuhkan diantaranya cara membuat bivak, cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan, dan  cara membaca jejak
3.    Pengalaman dan latihan
Pengalaman dan latihan terdiri dari latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap, dll
4.    Peralatan
Peralatan terdiri dari kotak survival, pisau jungle , dll
5.    Kemauan belajar
Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
 Mengkoordinasi anggota, melakukan pertolongan pertama, melihat kemampuan anggota, mengadakan orientasi medan, mengadakan penjatahan makanan, membuat rencana dan pembagian tugas, berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar, membuat jejak dan perhatian, hingga akhirnya mendapatkan pertolongan.
Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
Ketegangan dan panik
Pencegahan :
Sering berlatih, berpikir positif dan optimis, dan persiapan fisik serta mental.
Matahari / panas
Kelelahan panas, kejang panas, dan sengatan panas
Penyebab keadaan yang menambah parahnya keadaan panas antara lain:
Penyakit akut/kronis, baru sembuh dari penyakit, demam, baru memperoleh vaksinasi, kurang tidur, kelelahan, terlalu gemuk, penyakit kulit yang merata, pernah mengalami sengatan udara panas, minum alkohol, dan dehidrasi.
Adapun pencegahan keadaan panas dapat diantisipasi dengan beragam cara sebagai berikut :
Aklimitasi, persedian air, mengurangi aktivitas, memiliki persediaan garam dapur.
Pakaian yang dikenakan diusahakan longgar, lengan panjang, celana pendek, kaos oblong.
1)        Serangan penyakit
penyakit yang diwaspadai yaitu demam, disentri, typus, dan malaria
2)        Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah dan keadaan lingkungan mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang, banyak berlatih
3)        Bahaya binatang beracun dan berbisa
Keracunan
Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang
mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun
Pencegahan : Air garam di minum, minum air sabun mandi panas, minum teh pekat di tohok anak tekaknya.
4)        Keletihan amat sangat
Pencegahan : Makan makanan berkalori
Membatasi kegiatan
5)        Kelaparan
6)        Lecet
7)         Kedinginan.
Macam-macam Survival
1)        Shelter asli alam
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun, dan tidak mudah longsor
2)        Shelter buatan dari alam
3)         Shelter buatan
Syarat bivak :
a. Hindari daerah aliran air
b. Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
c. Bukan sarang nyamuk/serangga
d. Bahan kuat
e. Jangan terlalu merusak alam sekitar
f. Terlindung langsung dari angin
Mengatasi Gangguan Binatang
a)         Nyamuk. Gangguan binatang ini dapat diatasi dengan  obat nyamuk, bunga kluwih dibakar, gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk, atau gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan nyamuk
b)         Laron. Laron dapat diusir dengan cabe yang digantungkan
c)         Lebah.
• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
• Jangan dipijit-pijit
• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
d)        Lintah
• Teteskan air tembakau pada lintahnya
• Taburkan garam di atas lintahnya
• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
• Taburkan abu rokok di atas lintahnya
e)         Semut
• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
• Letakkan cabe merah pada jalan semut
• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut.
f)          Kalajengking dan lipan
• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
Air
       Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.
Air yang tidak perlu dimurnikan :
1)        Hujan
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
2)        Dari tanaman rambat/rotan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
3)        Dari tanaman
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Air yang harus dimurnikan terlebih dahulu :
1)   Air sungai besar
2)   Air sungai tergenang
3)   Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai
4)   Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
5)   Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa   tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
Makanan
Patokan memilih makanan :
1)      Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
2)      Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok.
3)      Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun kecuali sawo
4)      Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
5)      Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan makanan
6)      Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang sedikit
7)      Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
8)      Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak
Tumbuhan yang dapat dimakan
Dari batangnya :
 Batang pohon pisang (putihnya), Bambu yang masih muda (rebung), Pakis dalamnya berwarna putih, Sagu dalamnya berwarna putih, dan  tebu.
Dari daunnya :
Selada air, rasamala (yang masih muda), daun melinjo, dan singkong.
Akar dan umbinya :
Ubi jalar, talas, dan singkong
Buahnya :
Arbei, asam jawa, dan  juwet



Tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya :
Jamur merang, jamur kayu
Ciri-ciri jamur beracun :
Mempunyai warna mencolok, baunya tidak sedap, bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya menjadi kuning, sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan, bila diraba mudah hancur, punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya, tumbuh dari kotoran hewan, dan mengeluarkan getah putih.
Binatang yang bisa dimakan
Belalang, jangkrik, tempayak putih (gendon), cacing,jenis burung, laron, lebah , (larva/ madu),  siput, kadal (bagian belakang dan ekor), katak hijau, ular (1/3 bagian tubuh tengahnya), dan binatang besar lainnya.
Binatang yang tidak bisa dimakan
• Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
• Mengandung racun : penyu laut
• Mengandung bau yang khas : sigung
Api
Bila mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan membuat Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan berupa perkemahan dimana pada kegiatan ini, terdapat peserta dan panitia yang mengamati para peserta setelah diberikan suatu macam teknis agar dikembangkan oleh masing- masing pesertaapi terlalu besar tetapi buatlah api yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
1.    Dengan lensa / Kaca pembesar
Fokuskan sinar pada satu titik dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.


2.    Gesekan kayu dengan kayu.
Cara ini adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga terbakar
3.    Busur dan gurdi
Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau daun aren.
Survival kit
Merupakan  perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan
1.         Perlengkapan memancing
2.         Pisau
3.          Tali kecil
4.         Senter
5.         Cermin suryakanta, cermin kecil
6.         Peluit
7.         Korek api yang disimpan dalam tempat kedap air
8.         Tablet garam, norit
9.         Obat-obatan pribadi
10.     Jarum + benang + peniti
11.     dll





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1)      Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan berupa perkemahan dimana pada kegiatan ini, terdapat peserta dan panitia yang mengamati para peserta setelah diberikan suatu macam teknis agar dikembangkan oleh masing- masing peserta
2)      Fungsi dari perkemahan penghayatan lapangan ini adalah sebagai kegiatan menari, pengabdian dan juga sebagai alat untuk mencapai tujuan organisasi.
3)      Materi-materi pada saat perkemahan penghayatan lapangan adalah sebagai berikut.
a.         Sandi, Morse, dan Semaphore (SMS)
b.         Peraturan Baris-Berbaris (PBB)
c.         Taktik Perang Perorangan (Tikperor)
d.        Survival.

3.2    Saran
Bagi anggota pramuka, diharapkan telah menguasai materi-materi perkemahan penghayatan lapangan. Dan dianjurkan untuk membaca buku-buku tentang kepramukaan ataupun bertanya kepada kakak pembimbing mengenai materi yang belum tersedia pada makalah ini.

                                                          









DAFTAR PUSTAKA