Mengetahui,
Ketua
Pelaksana
Perkemahan
Penghayatan Lapangan (P2L)
(Ujang
Iwan A., SGD)
Dewan
Ambalan SGD
(Angga
H. Anwar, SGD)
|
Dewan
Ambalan Pkw
(Yuli Mulyasari, Pkw)
|
Dewan Racana SGD
(Sajun
Jaenudin, SGD)
|
Dewan
Racana Pkw
(Aprilia Candra, Pkw)
|
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
dengan judul “Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L)” tepat pada waktunya.
Makalah ini berisi pengetahuan mengenai kepramukaan yang lebih khususnya tentang perkemahan
penghayatan lapangan. Terimakasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan makalah ini
dari awal sampai akhir.
Saya menyadari dalam makalah ini masih
terdapat kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran dari
semua pihak yang sifatnya membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Harapan saya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Harapan saya, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Bandung, 26 Desember 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman Judul...................................................................................................................... i
Lembar Pengesahan.............................................................................................................. ii
Kata Pengantar...................................................................................................................... iii
Daftar Isi............................................................................................................................... iv
Lembar Pengesahan.............................................................................................................. ii
Kata Pengantar...................................................................................................................... iii
Daftar Isi............................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................................... 2
1.3 Tujuan............................................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perkemahan
Penghayatan Lapangan............................................................ 3
2.2 Fungsi Perkemahan Penghayatan................................................................................... 3
2.3 Materi- Materi Pada Perkemahan Penghayatan Lapangan.............................................. 4
2.2 Fungsi Perkemahan Penghayatan................................................................................... 3
2.3 Materi- Materi Pada Perkemahan Penghayatan Lapangan.............................................. 4
A.
Sandi,
Morse, & Semaphore (SMS) ....................................................................... 4
B.
Peraturan
Baris Berbaris (PBB................................................................................ 11
C.
Taktik Perang Perorangan (Tikperor)....................................................................... 29
D.
Survival ................................................................................................................... 30
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.................................................................................................................... 39
3.2
Saran...............................................................................................................................39
DAFTAR PUSTAKA............................................................ ............................................... 43
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pernahkah Anda berfikir, mengapa kegiatan pramuka
itu diikutsertakan dalam kegiatan akademik dan dilaksanakan oleh orang-orang
yang sedang belajar dalam suatu instansi? Dalam masa pergaulan modern di
kalangan pemuda dan pemudi, kehadiran Gerakan Pramuka merupakan suatu wadah
pendidikan bagi anak-anak dan pemuda yang dilaksanakan diluar lingkungan
pendidikan keluarga maupun akademik. Karena pentingnya pendidikan Pramuka, maka
ia tidak dapat berdiri sendiri dan merupakan satu kesatuan yang utuh dari
pendidikan keluarga dan akademik, yang satu sama lain harus saling melengkapi,
saling mendukung, dan tentunya saling selaras.
Gerakan pramuka merupakan badan non-pemerintah, yang
berusaha membantu pemerintah dan
masyarakat dalam membangun, masyarakat dan bangsanya, khususnya di
bidang pendidikan, melalui kegiatan kepramukaan dengan menggunakan prinsip
dasar pendidikan kepramukaan. Selayaknya sebuah pembelajaran di civitas
akademik, teori yang didapatkan itu disertai pula dengan praktiknya. Begitupun
dengan Pramuka, segala proses pembelajaran yang diperoleh, kemudian
diaplikasikan. Sebuah kutipan dari buku “B-P’s Out Lock” (terjemahan), Kepramukaan merupakan suatu permainan yang
menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-anak pergi
bersama-sama, mengadakan pengembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan
dan kebahagiaan, keterampilan dan ketersediaan memberi pertolongan. Dalam suatu
sistem kepramukaan, terdapat suatu kegiatan yang dinamakan Perkemahan
Penghayatan Lapangan (P2L). Yang dimaksud praktek penghayatan lapangan adalah
melakukan pengamatan, penghayatan, dan pendalaman atas kegiatan pramuka, dalam
hal ini yaitu pramuka golongan penegak. Tujuannya ialah untuk memberi bekal
pengetahuan dan keterampilan teknis kepramukaan agar mampu mengembangkan dan
melaksanakan kegiatan kepramukaan sesuai dengan golongannya.
Apa saja kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama
P2L? Materi- materi apa saja yang dapat diperoleh dari P2L? Bagaimana kita
menyikapi kegiatan ini? Dalam makalah ini, Anda dapat menemukan jawabannya.
1.2 Rumusan Masalah
a.
Apa
yang dimaksud Perkemahan Penghayatan Lapangan?
b.
Apa fungsi
dari kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan?
c.
Materi-materi
apa saja yang disampaikan selama Perkemahan Penghayatan Lapangan?
1.3 Tujuan
a.
Mengetahui
apa yang dimaksud Perkemahan Penghayatan Lapangan
b.
Mengetahui
apa fungsi dari kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan
c.
Mengetahui
materi-materi apa saja yang disampaikan selama Perkemahan Penghayatan Lapangan
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perkemahan
Penghayatan Lapangan
Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) merupakan
salah satu kegiatan kepramukaan berupa perkemahan dimana pada kegiatan ini,
terdapat peserta dan panitia yang mengamati para peserta setelah diberikan
suatu macam teknis agar dikembangkan oleh masing-masing peserta. Perkemahan
penghayatan ini dilakukan selama beberapa hari diluar dari lingkungan keluarga
dan akademik dengan maksud dan tujuan tertentu, diantaranya agar terbentuklah
suatu pengembangan pola pikir dan pendewasaan diri dalam peserta bagaimana
menyikapi tantangan- tantangan hidup yang dihadapi ketika jauh dari keluarga,
bagaimana berinteraksi sesama anggota, bagaimana dapat menentukan sikap sebagai
pemimpin ataupun orang yang dipimpin.
Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) dilaksanakan
sebagai suatu tingkatan (strata) awal dari ketiga macam strata yang dilakukan
di Pangkalan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sebelum pelaksanaan P2L pun,
terdapat suatu kegiatan awal yang dinamakan Penerimaan Masa Tamu (PMT) bagi
penegak maupun calon penegak.
2.2 Fungsi Perkemahan
Penghayatan Lapangan
Adapun
fungsi dari kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) adalah sebagai
berikut.
a.
Kegiatan menarik
Kegiatan menarik disini dimaksudkan kegiatan
yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu, game disini berarti
permainan yang mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan sekedar main-main
yang sifatnya hiburan saja, tanpa aturan dan tujuan, dan tidak bernilai
pendidikan. Dengan demikian, lebih tepat kita sebut dengan kegiatan menarik.
b.
Pengabdian
Bagi orang dewasa, kepramukaan bukan lagi
permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan
pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela
membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
c.
Alat
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi
untuk mencapai tujuan organisasinya.
2.3 Materi- Materi Pada
Kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan
Pada
kegiatan Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L), materi - materi yang kami
dapatkan, yakni;
A. Sandi, Morse, dan
Semaphore (SMS)
1. Sandi
Sandi
ialah suatu kode rahasia, dimana kerahasiaanyya hanya diketahui oleh sekelompok
orang saja. Dalam kegiatan pramuka, sandi digunakan pada saat melakukan hiking.
Tujuan dari penggunaan sandi adalah agar Pramuka-Pramuka dapat melatih diri
untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Yang penting dalam sandi
adlah : kuncinya
harus jelas.
Macam
- macam sandi :
a) Sandi Kotak I

b) Sandi Kotak II

c)
Sandi AZ

Contoh
:
PRAMUKA = KIZNFPZ
PRAMUKA = KIZNFPZ
d)
Sandi Merah Putih

Untuk menggunakan sandi merah
putih cukup dilihat huruf mendatar dan huruf horizontalnya saja. Misal A maka
ditulisa dengan huruf MP.
Contoh:
PRAMUKA = MI,RI,MP,RT,MH,MT,MP
PRAMUKA = MI,RI,MP,RT,MH,MT,MP
2.
Morse
Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.
Semboyan morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
1. Suara, yaitu dengan menggunakan peluit
2. Sinar yaitu dengan menggunakan senter
3. Tulisan yaitu dengan menggunakan titik (.) dan strip (-)
4. Bendera yaitu dengan bendera morse.
Morse sebenarnya nama orang Amerika yang menemukan sebuah cara agar setiap manusia dapat saling berhubungan. Cara tersebut ditemukannya pada tahun 1837 tetapi baru dapat diterima untuk dipergunakan di seluruh dunia tahun 1851 dalam Konferensi Internasional.
Semboyan morse dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain :
1. Suara, yaitu dengan menggunakan peluit
2. Sinar yaitu dengan menggunakan senter
3. Tulisan yaitu dengan menggunakan titik (.) dan strip (-)
4. Bendera yaitu dengan bendera morse.
Berikut ini adalah kode
morse yang telah disepakati bersama.

Cara mudah untuk mengahafalkan sandi morse yaitu
dengan mengubah tanda sandi tersebut menjadi kata-kata yang mudah dihafalkan.
Dalam contoh berikut kita akan mengubah tanda “-” (strip) pada sandi morse
dengan lafal huruf vokal O. Sedangkan tanda “.” (titik) pada sandi morse
diganti dengan lafal huruf vokal lain (selain huruf O).
Contoh:
Misalnya huruf “D” pada sandi morse dilambangkan dengan “-..”
(strip-titik-titik). Kita pilih kata yang suku katanya terdiri dari vokal O –
bukan O – bukan O, misalnya kita pilih kata DOMINAN. DO memiliki vokal O jadi
mewakili tanda “-” (strip) pada sandi morse. MI dan NAN memiliki vokal I dan A
(bukan O) mewakili tanda “.” dan “.” (titik-titik).
Contoh lain misalnya huruf “U” pada sandi morse dilambangkan “..-”
(titik-titik-strip). Kita pilih kata yang terdiri dari vokal bukan O – bukan O
– vokal O, misalnya kita pilih kata UNESCO. Suku kata U dan NES memiliki vokal
U dan E (bukan O) mewakili tanda “.” dan “.”. Sedang suku kata CO memiliki
vokal O mewakili tanda “-” (strip).Berikut contoh kata-kata yang melambangkan
setiap huruf pada sandi morse, para pembaca dapat mengganti kata-kata asal
tetap mewakili huruf pada sandi morse sesuai aturan di atas.
A ANO . -
B BONAPARTE - . . .
C COBA
COBA - . – .
D DOMINAN - . .
E EGG .
F FATHER JOHAN . . – .
G GOLONGAN - – .
H HIMALAYA . . . .
I ISLAM . .
J JAGO LORO
. – - -
K KOMANDO - . -
L LEMONADE . – . .
M MOTOR - -
N NOTES - .
O OTOMO - – -
P PERTOLONGAN . – - .
Q QOMOKARO - – . -
R RASOHE . – .
S SAHARA . . .
T TONG -
U UNESCO . . -
V VERSIKARO . . . -
W WINOTO . – -
X XOXENDERO - . . -
Y YOSIMOTO - . – -
Z ZOROASTER - – . .
Atau dengan menggunakan konsep AUVW NDBG EISH TMOCH FRLP QKYX JCZ
A = .- N = -.
U = ..- D = -..
V = …- B = -…
W = .– G = –.
E = . T = -
I = .. M = –
S = … O = —
H = …. CH = —-
F = ..-. Q = –.-
R = .-. K = -.-
L = .-.. Y = -.–
P = .–. X = -..-
J = .—
C = -.-.
Z = –..
U = ..- D = -..
V = …- B = -…
W = .– G = –.
E = . T = -
I = .. M = –
S = … O = —
H = …. CH = —-
F = ..-. Q = –.-
R = .-. K = -.-
L = .-.. Y = -.–
P = .–. X = -..-
J = .—
C = -.-.
Z = –..
3.
Semaphore
Semaphore adalah suatu cara untuk mengirim dan menerima berita dengan
menggunakan 2 bendera, dimana masing-masing bendera tersebut berukuran 45 cm x
45 cm. Sedangkan warna yang sering dipergunakan adalah merah dan kuning dengan
warna merah selalu berada dekat tangkainya.
Dalam semaphore, angka atau huruf dapat dimengerti
apabila posisi bendera itu benar.
Posisi I : Mulai dari huruf A sampai D, yang
bergerak adalah tangan kanan, huruf E
sampai G, yang bergerak adalah tangan kiri.
Posisi II :
Pada posisi ini,
|
|
Trik
agar mudah menghafal kode pada semaphore. Terdapat berbagai
macam cara untuk dapat menguasai isyarat semaphore dengan cepat dan mudah. Berikut ini adalah salah satunya,
dengan model Jarum Jam, tinggal mengingat angka dan hurufnya.

B. Peraturan Baris Berbaris
(PBB)
Perraturan Baris Berbaris yang
digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris
menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan
tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris
berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur
dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .
Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
a. Sikap sempurna
Aba-aba : Siap - GERAK. Pelaksanaanya :
pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke
dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat
badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak
ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan,
pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat
pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik,
mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas
sewajarnya.
b. Istirahat
Aba-aba istirahat ditempat – GERAK
1) Pada aba-aba
pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang
telapak kaki (30cm)
2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan
dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan
kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan
kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat
bergerak.
Catatan:
a) Pasukan dalam
keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk
memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan
dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna
tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.
b) Pada kata
perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa
didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
c) Maksud dari
sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa
petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan
c. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : Lencang kanan/kiri - GERAK
Pelaksanaannya:
Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
1)
Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan
mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam
menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung
tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke
kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri
2)
Saf
tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan
pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat
tangan.
3)
Penjuru saf tengan dan belakang mengambil
antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan
setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
4)
Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan
serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam
sikap sempurna.
5)
Pada waktu pemimpin pasukan memberikan
aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin
pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah
kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung
depan sepatu).
Catatan:
a. Untuk
menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya
lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping,
kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian dihindarkan gerakan
seolah-olah meninju rekannya yang berada di samping.
b. Kelurusan barisan dilihat dari tumit.
d. Setengah
lencang kanan/kiri
Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri - GERAK
Pelaksanaannya:
Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi
tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh
lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di
sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan
(khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan
lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
e. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan - GERAK
Pelaksanaannya:
1)
Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan
seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu
lengan ditambah dua kepalan tangan.
2)
Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil
antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan
memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
3)
Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan
f. Cara berhitung
Aba-aba : Hitung – MULAI
Pelaksanaannya:
1)
Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru
tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan.
2)
Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di
mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
3)
Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
4)
Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua
anggota tetap dalam sikap sempurna.
5)
Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru
kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
6)
Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang
berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.
Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti)
a. Hadap
kanan/kiri
Aba-aba : Hadap
kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya
:
1)
Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki
kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat
badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
2)
Tumit kaki kanan/kiri dengan badan
diputar ke kanan/kiri 90°
3)
Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki
kanan/kiri.
b.
Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba : Hadap serong
kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
1)
Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar
dengan kaki kanan/kiri
2)
Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri
3)
Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki
kanan/kiri
c. Balik kanan
Aba-aba : Balik
kanan/kiri – GERAK
Pelaksanaannya :
1)
Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan
melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
2)
Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke
kanan 180°
3)
Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki
kanan/kiri.
Catatan:
Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke
tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna
Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri
tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.
d. Cara berkumpul
Aba-aba : 3 bersaf/ 3
berbanjar kumpul – MULAI
Pelaksanannya :
1)
Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai
penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh
pelatih.
Contoh: Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.
2)
Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di
depan pelatih ± 4 langkah
3)
Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan
pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru
serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
4)
Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri
setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada
isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan
lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
e. Cara latihan
memberi hormat
Aba-aba : Hormat –
GERAK
Pelaksanaannya (dengan
tutup kepala, keadaan berhenti)
1)
Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat
tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan,
kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung,
jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi
pelipis.
2)
Pergelangan tangan lurus, bahu
tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi
hormat.
3)
Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari
tengah mengenai pinggir klep.
4)
Jika selesai menghormat, maka lengan kanan
lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.
|
;
|
Peraturan Baris Berbaris yang
digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat
dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara
tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan
tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris
milik TNI/POLRI .
a)
Bubar
Aba-aba : Bubar – JALAN
Pelaksanaannya;
Pemberian
aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Setelah melakukan
penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam
hati, lalu bubar.
b) Jalan di tempat
Aba-aba: Jalan ditempat –
GERAK
Pelaksaannya:
Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut berganti-ganti diangkat,
paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah
biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan
(tidak melenggang)
c) Dari jalan ke
tempat berhenti.
Aba-aba : Henti – GERAK
Pelaksanaannya:
Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke
dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.
d) Membuka/menutup
barisan.
Aba-aba : Buka barisan –
JALAN
Pada
aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan
dan kiri, sedang regu tangah tetap di tempat.
Catatan :
Membuka barisan gunanya untuk
memudahkan pemeriksaan.
Tutup barisan
Aba-aba :tutup barisan – JALAN
Pelaksanannya :
Pada aba-aba pelaksanaan
regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri,
sedang regu tengah tetap ditempat.
Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam
langkah
Macam langkah
|
Panjangnya
|
Tempo
|
|
1.
|
Langkah biasa
|
65cm
|
120 tiap menit
|
2.
|
Langkah tegap
|
65cm
|
120 tiap menit
|
3.
|
Langkah perlahan
|
40cm
|
30 tiap menit
|
4.
|
Langkah kesamping
|
40cm
|
70 tiap menit
|
5.
|
Langkah ke belakang
|
40cm
|
70 tiap menit
|
6.
|
Langkah ke depan
|
60cm
|
70 tiap menit
|
7.
|
Langkah di waktu lari
|
80cm
|
165 tiap menit
|
A. MAJU – JALAN
Dari sikap sempurna
Aba-aba : Maju – JALAN
Pelaksanaannya:
1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki
kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan
tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah
langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
2) Langkah pertama dilakukan dengan
melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri 30° ke belakang, pada
langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan
ke belakang 30°.
Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan
dengan melihat pada belakang leher.
Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri
Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku.
B. LANGKAH BIASA
1) Pada waktu berjalan, kepala dan
badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut
dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). Kemudian diletakkan ke tanah
menurut jarak yang telah ditentukan.
2) Cara melangkahkan kaki seperti
pada waktu berjalan biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus
ke depan dan ke belakang di samping badan. Ke depan 45°, ke belakang 30°.
Jari-jari tangan digenggam, dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menhadap
ke atas.
C. LANGKAH TEGAP
1) Dari sikap sempurna
Aba-aba : Langkah tegap – JALAN
Pelaksanaannya :
Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah
pertama selebar setengah langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan
tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan
berlebih-lebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut kaki tidak
boleh diangkat tinggi. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan
lurus ke depan dan ke belakang di samping badan, (lengan tangan 90° ke depan
dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa,
punggung ibu jari menghadap ke atas.
2) Dari langkah biasa
Aba-aba : Langkah tegap – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki
kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti
tersebut pasa butir 1.
3) Kembali ke langkah biasa
Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di
tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya
langkah pertama…….
Catatan :
Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN, pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju).
Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN, pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju).
D. LANGKAH PERLAHAN
1) Untuk bergabung (mengantar
jenazah dalam upacara kemiliteran)
Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN
Pelaksanaannya :
a) Gerakan dilakukan dengan sikap
sempurna
b) Pada aba-aba “jalan”, kaki kiri
dilangkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan
kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri,
kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.
c) Gerakan selanjutnya melakukan
gerakan-gerakan seperti semula.
Catatan :
Dalam keadaan sedang berjalan,
aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki
kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan
langkah perlahan.
Tapak kaki pada saat menginjak
tanah tidak dihentakkan, tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat.
2) Berhenti dalam langkah perlahan
Aba-aba : Henti – GERAK
Pelaksanaannya :
E. LANGKAH KE SAMPING
Aba-aba : ……..Langkah ke kanan/kiri – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan
dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kiri/kanan
dirapatkan pada kaki kiri/kanan.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna,
sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.
F. LANGKAH KE BELAKANG
Aba-aba : ……..Langkah ke belakang – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkah ke
belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo
yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak
boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna.
Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.
G. LANGKAH KE DEPAN
Aba-aba : …….Langkah ke depan – JALAN
Pelaksanaannya :
Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkahkan
kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang
telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki
seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna.
Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.
H. LANGKAH DI WAKTU LARI
1) Dari sikap sempurna
Aba-aba : Lari maju – JALAN
Pelaksanaannya:
Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan
dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan
menghadap keluar, ke dua siku sedikit ke belakang, badan agak dicondongkan ke
depan. Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri
setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang
ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. Telapak kaki diletakkan dengan
ujung telapak kaki terlebih dahulu, lengan dilenggangkan secara tidak kaku.
2) Dari langkah biasa
Aba-aba : Lari – JALAN
Pelaksanaannya:
Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan
ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah
kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada.
3) Kembali ke langkah biasa
Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki
kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, kemudian berjalan dengan
langkah biasa, dimuali dengan kaki kiri dihentakkan; bersama dengan itu kedua
lengan digenggam.
Catatan :
Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba
seperti langkah biasa henti – GERAK. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu
kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, selanjutnya kaki
dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap
sempurna.
I. LANGKAH MERDEKA
1) Dari langkah biasa
Aba-aba : Langkah merdeka – JALAN
Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan
panjang, tempo dan ketentuan langkah. Atas pertimbangan Pimpinan, anggota dapat
dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain
berbicara, buak topi, menghapus keringat). Langkah merdeka biasanya dilakukan
untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. Anggota tetap
dilarang meninggalkan barisan.
2) Kembai ke langkah biasa
Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu
harus diberikan ……………….samakn langkah. Setelah langkah barisan sama, Pemimpin
dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan.
3) Aba-aba : Langkah biasa – JALAN
Pelaksanaannya :
Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah
tegap ke langkah biasa.
J. GANTI LANGKAH
Aba-aba : Ganti langkah – JALAN
Pelaksanaannya :
Gerakan dapat dilakukan pada
waktu langkah biasa/tegap. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki
kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. Sesudah ujung kaki
kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. Untuk selanjutnya
disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.
C. Taktik Perang
Perorangan (Tikperor)
Taktik
perang adalah cabang ilmu militer yang berurusan dengan
manuver rinci untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan oleh strategi. Taktik merupakan rencana untuk mencapai
tujuan tertentu, yang menggunakan kekuatan bersenjata untuk menjalankan pertempuran. Adapun srategi perang adalah penggunaan pertempuran untuk mencapai tujuan perang. Strategi merupakan kunci
pelaksanaan perang dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar
kekuatan besar melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah
untuk menghasilkan kemenangan.
Strategi medan tempur, terkenal dengan
istilah taktik. Merumuskan dan melaksanakan taktik adalah sangat penting dalam
sebuah pertempuran.
dalam taktik perang, terdapat beberapa posisi yang dilakukan sesuai dengan kedaan, diantaranya: Lari zig-zag, jalan kmodo, langkah waspada, langkah kera, langkah peta, langkah harimau, langkah pesut, menjathkan diri, jungkir, guling. tiarap, membeku, dan meleleh.
dalam taktik perang, terdapat beberapa posisi yang dilakukan sesuai dengan kedaan, diantaranya: Lari zig-zag, jalan kmodo, langkah waspada, langkah kera, langkah peta, langkah harimau, langkah pesut, menjathkan diri, jungkir, guling. tiarap, membeku, dan meleleh.
Secara umum, pertahanan adalah reaksi dari suatu badan terhadap sebuah
serangan, dan melalui ekstensi segala cara dan langkah-langkah identifikasi dan
pengukuran risiko atau bahaya, demikian pula dengan perlindungan dan/atau
tanggapan. Salah satu taktik yang
dilakukan adalah dengan melakukan penyamaran. Penyamaran dilakukan sesuai
dengan kondisi alam ditempat yang kita singgahi. Berikut berapa contoh gambar
dari penyamaran saat terjadinya perang.


Survival berasal dari kata survive yang
berarti mampu mempertahankan diri dari keadaan tertentu .dalam hal ini mampu
mempertahankan diri dari keadaan yang buruk dan kritis. Survivor adalah orang
yang sedang mempertahankan diri dari keadaan yang buruk. Timbulnya
kebutuhan survival karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang
dihadapi. Kesulitan-kesulitan tsb antara lain : Keadaan alam (cuaca dan medan),
keadaan
mahluk hidup disekitar kita (binatang dan tumbuhan), keadaan diri sendiri
(mental, fisik, dan kesehatan), Banyaknya kesulitan-kesulitan tsb biasanya
timbul akibat kesalahan-kesalahan kita sendiri. Dalam keadan tersebut ,ada beberapa faktor yang
menetukan seorang Survivor mampu bertahan atau tidak., antara lain : mental
,kurang lebih 80% kesiapan kita dalm survival terletak dari kesiapan mental
kita.
Arti survival sendiri terdapat berbagai macam versi,
yang akan kita bahas di sini hanyalah menurut versi pencinta alam.
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
S : Sadar dalam keadaan gawat darurat
U : Usahakan untuk tetap tenang dan tabah
R : Rasa takut dan putus asa hilangkan
V : Vitalitas tingkatkan
I : Ingin tetap hidup dan selamat itu tujuannya
V : Variasi alam bisa dimanfaatkan
A : Asal mengerti, berlatih dan tahu caranya
L : Lancar, slaman, slumun, slamet
Jika anda
tersesat atau mengalami musibah, ingat-ingatlah arti survival tsb, agar dapat
membantu anda keluar dari kesulitan. Dan yang perlu ditekankan jika anda
tersesat yaitu istilah “STOP” yang artinya :
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
S : Stop & seating / berhenti dan duduklah
T : Thingking / berpikirlah
O : Observe / amati keadaan sekitar
P : Planning / buat rencana mengenai tindakan yang harus dilakukan
SURVIVAL INDIVIDU
Berada pada keadaan survive seorang diri,
selain menghadapi masalah tehnis juga akan mengalami masalah kejiwaan. Sendiri
dalam kondisi survival akan mengundang rasa kesepian, bosan, takut ataupun
panik. Kesepian dan bosan dalam kondisi ini seorang diri adalah masalah besar
yang harus dapat diatasi ataupun dihindarkan, karena hal tersebut dapat
menimbulkan rasa tertekan yang bisa menghilangkan semangat dan keinginan hidup
saat survival.
Secara Psikologis, mencegah kesepian dan
kebosanan sama seperti menanggulangi rasa takut dan panik. Jaga pikiran kita
dengan mengerjakan sesuatu yang akan berguna bagi kondisi survival ini, tapi
tetap menjaga dan memlihara emosi, kesadaran dan fisik kita.
SURVIVAL KELOMPOK
Berkelompok dalam keadaan survival lebih
banyak keuntungannya dari pada survival perorangan, karena pada survival
perorangan seluruh bahaya akan dihadapi seorang diri. Dengan berkelompok akan
tersedia banyak tenaga untuk melakukan pekerjaan dan adanya komunikasi serta
saling menjaga.
Walaupun dalam berkelompok banyak hal yang
dapat dilakukan untuk kepentingan bersama tetapi banyak hal juga yang dapat
merugikan kepentingan bersama. Menyamakan persepsi, tujuan, prioritas pekerjaan
adalah hal yang tak mudah, akan banyak waktu pula yang akan terbuang.
Untuk menjaga agar kebersamaan tetap terkontrol pada keadaan survival
kelompok, seluruh anggota harus segera memilih seorang pemimpin. Dimana seorang
yang dipilih mempunyai beberapa kretaria yang berhubungan dengan pengetahuan
dan tehnik survival. Dengan mengakui salah seorang dari anggota untuk dijadikan
pemimpin sudah dapat menyelesaikan satu masalah dalam kebersamaan
Kebutuhan survival
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor, yaitu:
Yang harus dipunyai oleh seorang survivor, yaitu:
1. Sikap mental
Sikap mental terdiri atas semangat untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin dan rencana matang, serta kemampuan belajar dari pengalaman
Sikap mental terdiri atas semangat untuk tetap hidup, kepercayaan diri, akal sehat, disiplin dan rencana matang, serta kemampuan belajar dari pengalaman
2. Pengetahuan
Pengetahuan yang dibutuhkan diantaranya cara membuat bivak, cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan, dan cara membaca jejak
Pengetahuan yang dibutuhkan diantaranya cara membuat bivak, cara memperoleh air, cara mendapatkan makanan, cara membuat api, pengetahuan orientasi medan, cara mengatasi gangguan binatang, cara mencari pertolongan, dan cara membaca jejak
3. Pengalaman dan latihan
Pengalaman dan latihan terdiri dari latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap, dll
Pengalaman dan latihan terdiri dari latihan mengidentifikasikan tanaman, latihan membuat trap, dll
4. Peralatan
Peralatan terdiri dari kotak survival, pisau jungle , dll
Peralatan terdiri dari kotak survival, pisau jungle , dll
5. Kemauan belajar
Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
Mengkoordinasi anggota, melakukan pertolongan pertama, melihat kemampuan anggota, mengadakan orientasi medan, mengadakan penjatahan makanan, membuat rencana dan pembagian tugas, berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar, membuat jejak dan perhatian, hingga akhirnya mendapatkan pertolongan.
Langkah yang harus ditempuh bila anda/kelompok anda tersesat :
Mengkoordinasi anggota, melakukan pertolongan pertama, melihat kemampuan anggota, mengadakan orientasi medan, mengadakan penjatahan makanan, membuat rencana dan pembagian tugas, berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar, membuat jejak dan perhatian, hingga akhirnya mendapatkan pertolongan.
Bahaya-bahaya dalam survival
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
Ketegangan dan panik
Pencegahan :
Sering berlatih, berpikir positif dan optimis, dan persiapan fisik serta mental.
Banyak sekali bahaya dalam survival yang akan kita hadapi, antara lain :
Ketegangan dan panik
Pencegahan :
Sering berlatih, berpikir positif dan optimis, dan persiapan fisik serta mental.
Matahari /
panas
Kelelahan panas, kejang panas, dan sengatan panas
Kelelahan panas, kejang panas, dan sengatan panas
Penyebab keadaan
yang menambah parahnya keadaan panas antara lain:
Penyakit akut/kronis, baru sembuh dari penyakit, demam, baru memperoleh vaksinasi, kurang tidur, kelelahan, terlalu gemuk, penyakit kulit yang merata, pernah mengalami sengatan udara panas, minum alkohol, dan dehidrasi.
Penyakit akut/kronis, baru sembuh dari penyakit, demam, baru memperoleh vaksinasi, kurang tidur, kelelahan, terlalu gemuk, penyakit kulit yang merata, pernah mengalami sengatan udara panas, minum alkohol, dan dehidrasi.
Adapun pencegahan
keadaan panas dapat diantisipasi dengan beragam cara sebagai berikut :
Aklimitasi, persedian air, mengurangi aktivitas, memiliki persediaan garam dapur.
Pakaian yang dikenakan diusahakan longgar, lengan panjang, celana pendek, kaos oblong.
Aklimitasi, persedian air, mengurangi aktivitas, memiliki persediaan garam dapur.
Pakaian yang dikenakan diusahakan longgar, lengan panjang, celana pendek, kaos oblong.
1)
Serangan penyakit
penyakit yang diwaspadai yaitu demam, disentri, typus, dan malaria
penyakit yang diwaspadai yaitu demam, disentri, typus, dan malaria
2)
Kemerosotan mental
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah dan keadaan lingkungan mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang, banyak berlatih
Gejala : Lemah, lesu, kurang dapat berpikir dengan baik, histeris
Penyebab : Kejiwaan dan fisik lemah dan keadaan lingkungan mencekam
Pencegahan : Usahakan tenang, banyak berlatih
3)
Bahaya binatang beracun dan
berbisa
Keracunan
Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang
mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun
Pencegahan : Air garam di minum, minum air sabun mandi panas, minum teh pekat di tohok anak tekaknya.
Keracunan
Gejala : Pusing dan muntah, nyeri dan kejang perut, kadang-kadang
mencret, kejang-kejang seluruh badan, bisa pingsan.
Penyebab : Makanan dan minuman beracun
Pencegahan : Air garam di minum, minum air sabun mandi panas, minum teh pekat di tohok anak tekaknya.
4)
Keletihan amat sangat
Pencegahan : Makan makanan berkalori
Membatasi kegiatan
Pencegahan : Makan makanan berkalori
Membatasi kegiatan
5)
Kelaparan
6)
Lecet
7)
Kedinginan.
Macam-macam
Survival
1)
Shelter asli alam
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun, dan tidak mudah longsor
Gua : Bukan tempat persembunyian binatang, tidak ada gas beracun, dan tidak mudah longsor
2)
Shelter buatan dari alam
3)
Shelter buatan
Syarat bivak :
a. Hindari daerah aliran air
b. Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
c. Bukan sarang nyamuk/serangga
d. Bahan kuat
e. Jangan terlalu merusak alam sekitar
f. Terlindung langsung dari angin
Syarat bivak :
a. Hindari daerah aliran air
b. Di atas shelter tidak ada dahan pohon mati/rapuh
c. Bukan sarang nyamuk/serangga
d. Bahan kuat
e. Jangan terlalu merusak alam sekitar
f. Terlindung langsung dari angin
Mengatasi
Gangguan Binatang
a)
Nyamuk. Gangguan binatang ini
dapat diatasi dengan obat nyamuk, bunga
kluwih dibakar, gombal dan minyak tanah dibakar kemudian dimatikan sehingga
asapnya bisa mengusir nyamuk, atau gosokkan sedikit garam pada bekas gigitan
nyamuk
b)
Laron. Laron dapat diusir dengan cabe yang
digantungkan
c)
Lebah.
• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
• Jangan dipijit-pijit
• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
• Oleskan air bawang merah pada luka berkali-kali
• Tempelkan tanah basah/liat di atas luka
• Jangan dipijit-pijit
• Tempelkan pecahan genting panas di atas luka
d)
Lintah
• Teteskan air tembakau pada lintahnya
• Taburkan garam di atas lintahnya
• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
• Taburkan abu rokok di atas lintahnya
• Teteskan air tembakau pada lintahnya
• Taburkan garam di atas lintahnya
• Teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya
• Taburkan abu rokok di atas lintahnya
e)
Semut
• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
• Letakkan cabe merah pada jalan semut
• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut.
• Gosokkan obat gosok pada luka gigitan
• Letakkan cabe merah pada jalan semut
• Letakkan sobekan daun sirih pada jalan semut.
f)
Kalajengking dan lipan
• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
• Pijatlah daerah sekitar luka sampai racun keluar
• Ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit
• Tempelkan asam yang dilumatkan di atas luka
• Bobokkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka
• Taburkan garam di sekeliling bivak untuk pencegahan
Air
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.
Air yang tidak perlu dimurnikan :
Seseorang dalam keadaan normal dan sehat dapat bertahan sekitar 20 – 30 hari tanpa makan, tapi orang tsb hanya dapat bertahan hidup 3 – 5 hari saja tanpa air.
Air yang tidak perlu dimurnikan :
1)
Hujan
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
Tampung dengan ponco atau-daun yang lebar dan alirkan ke tempat penampungan
2)
Dari tanaman rambat/rotan
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
Potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut
3)
Dari tanaman
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Air yang terdapat pada bunga (kantung semar) dan lumut
Air yang harus dimurnikan
terlebih dahulu :
1) Air sungai besar
2) Air sungai tergenang
3) Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai
4) Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
5) Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
1) Air sungai besar
2) Air sungai tergenang
3) Air yang didapatkan dengan menggali pasir di pantai
4) Air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan
5) Air dari batang pisang, caranya tebang batang pohon pisang, sehingga yang tersisa tinggal bawahnya lalu buat lubang maka air akan keluar, biasanya dapat keluar sampai 3 kali pengambilan
Makanan
Patokan memilih makanan :
Patokan memilih makanan :
1) Makanan yang di makan kera juga bisa di makan manusia
2) Hati-hatilah pada tanaman dan buah yang berwarna mencolok.
3) Hindari makanan yang mengeluarakan getah putih, seperti sabun
kecuali sawo
4) Tanaman yang akan dimakan di coba dulu dioleskan pada
tangan-lengan-bibir-lidah, tunggu sesaat. Apabila aman bisa dimakan
5) Hindari makanan yang terlalu pahit atau asam Hubungan air dan
makanan
6) Untuk air yang mengandung karbohidrat memerlukan air yang
sedikit
7) Makanan ringan yang dikemas akan mempercepat kehausan
8) Makanan yang mengandung protein butuh air yang banyak
Tumbuhan yang dapat
dimakan
Dari batangnya :
Batang pohon pisang (putihnya), Bambu yang masih muda (rebung), Pakis dalamnya berwarna putih, Sagu dalamnya berwarna putih, dan tebu.
Batang pohon pisang (putihnya), Bambu yang masih muda (rebung), Pakis dalamnya berwarna putih, Sagu dalamnya berwarna putih, dan tebu.
Dari daunnya :
Selada air, rasamala (yang masih muda), daun melinjo, dan singkong.
Selada air, rasamala (yang masih muda), daun melinjo, dan singkong.
Akar dan umbinya :
Ubi jalar, talas, dan singkong
Ubi jalar, talas, dan singkong
Buahnya :
Arbei, asam jawa, dan juwet
Arbei, asam jawa, dan juwet
Tumbuhan yang dapat
dimakan seluruhnya :
Jamur merang, jamur kayu
Ciri-ciri jamur beracun :
Ciri-ciri jamur beracun :
Mempunyai
warna mencolok, baunya tidak sedap, bila dimasukkan ke dalam nasi, nasinya
menjadi kuning, sendok menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam masakan, bila
diraba mudah hancur, punya cawan/bentuk mangkok pada bagian pokok batangnya, tumbuh
dari kotoran hewan, dan mengeluarkan getah putih.
Binatang yang bisa
dimakan
Belalang, jangkrik,
tempayak putih (gendon), cacing,jenis burung, laron, lebah , (larva/ madu), siput, kadal (bagian belakang dan ekor), katak
hijau, ular (1/3 bagian tubuh tengahnya), dan binatang besar lainnya.
Binatang yang tidak bisa
dimakan
• Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
• Mengandung racun : penyu laut
• Mengandung bau yang khas : sigung
• Mengandung bisa : lipan dan kalajengking
• Mengandung racun : penyu laut
• Mengandung bau yang khas : sigung
Api
Bila
mempunyai bahan untuk membuat api, yang perlu diperhatikan adalah jangan
membuat Perkemahan
Penghayatan Lapangan (P2L) merupakan salah satu kegiatan kepramukaan berupa
perkemahan dimana pada kegiatan ini, terdapat peserta dan panitia yang
mengamati para peserta setelah diberikan suatu macam teknis agar dikembangkan
oleh masing- masing pesertaapi terlalu besar tetapi buatlah api
yang kecil beberapa buah, hal ini lebih baik dan panas yang dihasilkan merata.
1. Dengan lensa / Kaca pembesar
Fokuskan sinar pada satu titik
dimana diletakkan bahan yang mudah terbakar.
2. Gesekan kayu dengan kayu.
Cara ini
adalah cara yang paling susah, caranya dengan menggesek-gesekkan dua buah
batang kayu sehingga panas dan kemudian dekatkan bahan penyala, sehingga
terbakar
3. Busur dan gurdi
Buatlah
busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut, gurdikan kayu
keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah
tebakar. Bahan penyala yang baik adalah kawul terdapat pada dasar kelapa, atau
daun aren.
Survival kit
Merupakan perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan
Merupakan perlengkapan untuk survival yang harus dibawa dalam perjalanan
1.
Perlengkapan memancing
2.
Pisau
3.
Tali kecil
4.
Senter
5.
Cermin suryakanta, cermin kecil
6.
Peluit
7.
Korek api yang disimpan dalam tempat
kedap air
8.
Tablet garam, norit
9.
Obat-obatan pribadi
10. Jarum + benang + peniti
11. dll
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1) Perkemahan Penghayatan Lapangan (P2L) merupakan
salah satu kegiatan kepramukaan berupa perkemahan dimana pada kegiatan ini,
terdapat peserta dan panitia yang mengamati para peserta setelah diberikan
suatu macam teknis agar dikembangkan oleh masing- masing peserta
2) Fungsi dari perkemahan penghayatan lapangan ini
adalah sebagai kegiatan menari, pengabdian dan juga sebagai alat untuk mencapai
tujuan organisasi.
3) Materi-materi pada saat perkemahan penghayatan
lapangan adalah sebagai berikut.
a.
Sandi,
Morse, dan Semaphore (SMS)
b.
Peraturan
Baris-Berbaris (PBB)
c.
Taktik
Perang Perorangan (Tikperor)
d.
Survival.
3.2
Saran
Bagi anggota pramuka, diharapkan
telah menguasai materi-materi perkemahan penghayatan lapangan. Dan dianjurkan
untuk membaca buku-buku tentang kepramukaan ataupun bertanya kepada kakak
pembimbing mengenai materi yang belum tersedia pada makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Abbas, Amin.dkk.2008. Pedoman Lengkap Gerakan Pramuka. Surabaya: Halim Jaya
Mashudi.1983. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Jakarta: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
http://gispala.wordpress.com/2011/05/04/materi-dasar-survival/diakses 22-12-2012/04:47
http://id.wikipedia.org/wiki/Taktik_perang/diakses 22-12-2012/04:50
http://journalight.wordpress.com/2010/06/08/cara-bertahan-hidup-di-hutan-survival/diakses 22-12-2012/19:48
http://guslatmipaunnes.wordpress.com/2010/01/20/sandi-kotak-i/diakses 22-12-2012 19:00 http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_militer_dan_peralatan/diakses 22-12-2012/ 19:32 http://id.wikipedia.org/wiki/Pertahanan/diakses 22-12-2012/ 19:52
Mashudi.1983. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar. Jakarta: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
http://gispala.wordpress.com/2011/05/04/materi-dasar-survival/diakses 22-12-2012/04:47
http://id.wikipedia.org/wiki/Taktik_perang/diakses 22-12-2012/04:50
http://journalight.wordpress.com/2010/06/08/cara-bertahan-hidup-di-hutan-survival/diakses 22-12-2012/19:48
http://guslatmipaunnes.wordpress.com/2010/01/20/sandi-kotak-i/diakses 22-12-2012 19:00 http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_militer_dan_peralatan/diakses 22-12-2012/ 19:32 http://id.wikipedia.org/wiki/Pertahanan/diakses 22-12-2012/ 19:52


